BERITA TERKINI

Motor Dirampas Leasing, Seorang Ibu di Madiun Mengadu ke Polisi

TEROPONGNUSA.COM, MADIUN – Karena motor kesayangannya dirampas leasing, seorang Ibu Titik Ernawati warga RT10/RW01 Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari Madiun mengadu ke Polisi Polsek Kartoharjo, Kota Madiun, Rabu (25/7/2018).

Menurut pengakuan Titik Ernawati, awal mula perampasan dimulai saat dirinya mengendarai sepeda motor jenis Honda Vario melintasi Jalan Raya Jiwan pada Rabu siang sekira pukul 13.00 WIB, saat asyik di perjalanan tiba-tiba dirinya dihentikan oleh dua orang pria tidak dikenal yang mengaku dari MPM Finance dan karena takut kemudian dirinya berhenti.

“Tadi saya naik motor di Jalan Raya Jiwan sekitar pukul satu siang, tiba tiba ada dua pria menghentikan saya. Karena saya takut lalu saya berhenti,” kata Titik Ernawati.

Di saat berhenti itu, lalu Titik ditanya oleh dua orang pria tersebut tentang keterlambatan angsuran motornya di MPM Finance. Titik Ernawati pun mengakui hal itu dan menjelaskan akan membayarnya Senin mendatang. Setelah mendengar penjelasan Titik, lalu dua pria tersebut mengajaknya ke Kantor MPM Finance di Jalan Diponegoro, Kota Madiun untuk membuat surat pernyataan bahwa akan membayar pada hari Senin.

“Setelah saya berhenti, dua pria itu menanyakan angsuran motor saya yang terlambat dan saya bilang akan membayarnya Senin mendatang. Kemudian dua pria itu mengajak saya ke kantor MPM Finance untuk membuat surat pernyataan,” imbuhnya.

Namun sesampainya di Kantor MPM Finance, Titik malah diminta menandatangani surat serah terima kendaraan dari dirinya ke MPM Finance. Karena merasa dibohongi kemudian dirinya menolak menandatangani surat tersebut dan langsung beranjak pergi.

“Tadinya saya diajak ke kantor MPM untuk membuat surat pernyataan sanggup membayar, namun setelah sampai di lokasi malah disodori surat serah terima kendaraan yaa langsung saja saya tolak,” ujar Titik Ernawati.

Setelah dirinya menolak menandatangani surat serah terima kendaraan, lalu dirinya langsung beranjak pergi. Namun hal baru terjadi saat itu, setelah keluar kantor MPM dia mendapati motornya sudah tidak ada di tempat semula padahal setir dalam keadaan terkunci dan anehnya barang-barang yang ada di dalam jok tergeletak begitu saja di lantai.

“Setelah saya tolak tandatangan saya langsung pamitan untuk pulang, tapi saat di parkiran ternyata motor saya sudah tidak ada dan herannya lagi barang-barang yang semula di dalam jok saya lihat tergeletak di lantai,” paparnya.

Setelah lama dicari, kemudian dirinya diberi tahu salah satu karyawan MPM Finance bahwa motor Varionya berada di gudang kantor dan bisa diambil jika dia membayar uang denda + uang blokir beserta tunggakan angsurannya. Melihat hal itu sontak dia kaget dan shock karena motor kesayangannya ternyata dirampas pihak leasing dan harus membayar lebih besar dari tunggakan angsuran.

“ Ternyata setelah saya cari tiba-tiba ada karyawan MPM yang memberitahu saya kalau motor saya berada di gudang dan bisa diambil setelah membayar uang blokir, uang denda serta tunggakan angsuran,” paparnya lagi.

Karena merasa dirugikan, kemudian Titik Ernawati mengadukan perihal yang dialaminya ke Polsek Kartoharjo.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Kartoharjo Kompol Eddy Siswanto membenarkan bahwa ada seorang ibu bernama Titik Ernawati yang mengadukan peristiwa yang berhubungan dengan leasing. “ Ya benar, tadi ada seorang ibu menyampaikan keluhannya tentang perihal yang berkaitan dengan pihak leasing, besok kita adakan mediasi antara keduanya,” kata Kompol Eddy Siswanto.

Sementara itu, sampai berita ini ditayangkan pihak MPM Finance belum bisa dihubungi karena kantor sudah tutup.(NYR)