BERITA TERKINI

Panen Madu di Bukit Thuksono Sebagai Bukti Potensi Alam Magetan

 


TEROPONGNUSA.COM | MAGETAN – Di Bukit Thuksono, Dukuh Candi, Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, terlihat bukti bahwa alam di wilayah Kabupaten Magetan menyimpan potensi yang membanggakan.

 

Betapa tidak, setelah menanti selama kurang lebih 15 hari atau tepatnya pada hari Sabtu (9/1), komunitas Peternakan Lebah Madu Gimbal yang menamai produknya Madu Ndoro berhasil memanen madu kali pertamanya.

 


 

Dari total  sekitar 500-an kotak, diperkirakan dalam panen tersebut akan menghasilkan madu sebanyak kurang lebih 6 Kuintal.

 

Sementara untuk proses panennya sendiri dimulai dengan pengangkatan bilah papan di dalam kotak yang kemudian ditaruh pada alat peniris madu manual. Dan setelah itu barulah disaring ke dalam drum-drum penampungan.

 


 

Salah satu anggota komunitas, Baiquni, mengatakan awal mula usaha peternakan madu di lokasi ini adalah sebagai uji coba, namun setelah melihat hasilnya ternyata tidak mengecewakan.  

 

“Kita mulai bawa ke sini itu karena ingin uji coba bahwa di lereng lawu bisa atau tidak. Namun setelah dinanti 15 hari lebih ternyata hasilnya lumayan,” ucap Baiquni.

 


 

Keberhasilan itu pun mengundang perhatian jajaran pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Magetan. Seperti misalnya Sekda Hergunadi yang turut menghadiri acara panen madu tersebut. Melalui dirinya, pemerintah berharap lokasi peternakan madu di Bukit Thuksono ini bisa dijadikan sebagai wisata edukasi.

 


 

“Pemerintah berharap ini bisa dijadikan wisata edukasi. Dari informasi ini kan ada 500 an kotak, maka dari itu nanti bisa bergiliran pemanenannya sehingga anak-anak sekolah sejak awal bisa dididik cara beternak lebah yang madunya sangat bermanfaat bagi kesehatan,” ungkap Sekda Hergunadi.

 

Sementara itu pejabat lain yang turut hadir yakni Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Joko Trihono. Ia mengatakan jika melihat dari keberadaan peternakan lebah madu tersebut setidaknya ada dua kepentingan yang bisa dilakukan yakni menyambungkan antar wisata dan juga ikut membantu pemasaran madunya.

 

“Setidaknya ada dua kepentingan yang dapat dipetik yakni bagaimana mengkonekkan wisata satu dengan yang lainnya serta ikut berusaha memasarkan madunya,” papar Joko Trihono.

 

Reporter: Denny Rubi (NYR)