BERITA TERKINI

Ternak Kelinci, Kelompok Barokah Jaya Mampu Ciptakan Peluang Usaha dan Ikon Desa

Ketua Kelompok Barokah Jaya sedang mengecek kelinci ternaknya

TEROPONGNUSA.COM | MAGETAN - Berawal dari mencoba-coba, usaha ternak kelinci yang dirintis oleh Kelompok Ternak Barokah Jaya RT 7/RW 3, Desa Purworejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, kini mulai terlihat kemajuan dan keberhasilannya.

 

Buktinya, yang semula hanya beberapa ekor saja namun saat ini jumlah kelinci yang telah diternak sudah mencapai ratusan ekor.

 

Meskipun baru satu tahun, dengan jumlah kelinci tersebut memiliki arti bahwa usaha Kelompok Barokah Jaya yang beranggotakan 10 orang tergolong berhasil.

 

“Semula hanya bermodal dua pasang ekor kelinci, kandang serta pakan yang diberikan oleh Pemdes Purworejo. Dan sekarang Alhamdulillah tiap anggota sudah memiliki 10 indukan,” kata Sulistiono,  Ketua Kelompok Barokah Jaya.

 

Sedangkan untuk jenisnya, kelompok ini memilih kelinci jenis Rex yang memiliki bentuk telinga tegak serta berbulu halus yang mana berat per ekornya bisa mencapai 4,5 kilogram.

 

Dan untuk penjualannya, Sulistiono mengatakan, setiap kelinci siap dijual ketika sudah memiliki berat 2,5 kilogram dengan masa pemeliharaan 0 sampai 4 bulan.

 

“Satu ekor dari 0 sampai penjualan untuk pedaging minimal 2,5 kilogram dengan usia 0 sampai 4 bulan,” terang Sulistiono.

 

Kelompok Barokah Jaya mendapat kunjungan Kades Purworejo (baju coklat)

Sementara untuk hasil ternak tersebut selain dijual dalam keadaan hidup, juga dijual dalam bentuk olahan seperti rica-rica, sate kelinci dan bentuk lain sesuai permintaan pasar. Bahkan dalam menambah koleksi olahan kelincinya, Kelompok Barokah Jaya juga telah mencoba membuat nuget. Artinya, kelompok Barokah Jaya merupakan kelompok yang produktif dan memiliki daya kreatifitas.

 

Tidak habis sampai di situ saja, selain diambil dagingnya, ternyata kotoran kelinci pun juga turut dimanfaatkan dengan dijadikan pupuk tanaman buah naga yang ditanam tak jauh dari kandang 

 

Meski demikian usaha ternak kelinci yang telah berjalan tersebut bukan tanpa kendala, melainkan ada satu hal yakni tidak dimilikinya mesin pembuat pelet sebagai makanan kelinci. Sehingga dalam mencukupi kebutuhan makanan kelinci, anggota kelompok terpaksa harus membeli dari luar yang otomatis dapat menambah biaya pemeliharaan.

 

“Kami membutuhkan mesin pelet untuk makanan kelinci supaya nanti bisa membuat sendiri dan tidak beli lagi,” tambah Sulistiono.

 

Kini berkat usaha ternak kelinci tersebut, Kelompok Ternak Kelinci Barokah Jaya dapat meningkatkan perekonomian warga serta menciptakan ikon Desa Purworejo.

 

Melihat hal itu, Kepala Desa Purworejo, Hari Agung Cahyono, memberikan apresiasi dan mendukung keberadaan Kelompok Barokah Jaya.

 

“Kami sangat mendukung sekali, karena dengan adanya itu selain menjadikan ikon desa juga bisa meningkatkan penghasilan warga,” tutur Kades Hari Agung Cahyono.

 

Reporter: Denny Rubi