BERITA TERKINI

Bupati Magetan, Suprawoto: Yang Pulang Jangan Orangnya Tetapi Uangnya Saja

(Bupati Magetan, Suprawoto saat konpers di PSG)

 

TEROPONGNUSA.COM | MAGETAN – Melihat situasi pandemi yang melanda bangsa ini, berbagai upaya dan aturan telah dikeluarkan pemerintah guna meminimalisir dampak buruk yang bakal terjadi. Termasuk mulai dari larangan mudik, hingga penyekatan-penyekatan wilayah pada saat lebaran tahun ini.

 

Menyikapi hal itu, Bupati Magetan, Suprawoto, dalam Konferensi Pers yang digelar pada Selasa 11 Mei 2021 di komplek Pendopo Surya Graha, mengatakan bahwa momentum silaturahim tidak harus dilakukan secara fisik, akan tetapi bisa juga secara virtual.

 

“Dalam perspektif materialistis ada seorang ahli mengatakan bahwa perubahan itu karena ada penemuan teknologi. Dengan penemuan teknologi siapa tahu nanti merupakan momentum perubahan bahwa silaturahim tidak harus secara fisik tetapi bisa secara virtual,” ungkap Suprawoto.

 

Dengan demikian, lanjut Suprawoto, kita bisa bersilaturahim dengan anak-anak kita yang jauh, mertua kita yang jauh, maupun tetangga yang jauh. “Saya yakin itu tidak mengurangi makna, bahkan saya berpikir yang pulang jangan orangnya tetapi uangnya saja,” ucapnya.

 

Di sisi lain jika hal itu diterapkan, Suprawoto berpendapat bahwa seandainya masing-masing desa memiliki diaspora maka bisa menyusun konsep untuk membangun pesantren, masjid, musholla, laboratorium perpustakaan sekolah dan sebagainya.

 

“Itu bisa dihimpun dari uangnya yang tadi untuk pulang, alangkah baiknya uang diaspora itu bisa dikirim untuk proyek tersebut,” pungkasnya.

 

Sesuai perhitungannya, puluhan ribu warga Kabupaten Magetan saat hari raya melakukan mudik. Dan jika satu orang saja membawa uang dua juta rupiah, maka jumlah uang yang beredar ketika hari raya bisa mencapai puluhan milyar rupiah.(NYR)