BERITA TERKINI

Sosialisasi dan Pembinaan Budidaya Cacing Tanah, Disnakan Gandeng Joko Siswanto sebagai Narsum



TEROPONGNUSA.COM | MAGETAN – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Magetan, Jawa Timur menggelar Sosialisasi dan Pembinaan Budidaya Cacing Tanah, di Balai Latihan Peternakan, Desa Bibis, Kecamatan Sukomoro.

Sosialisasi yang diikuti oleh 100 orang peserta dari masyarakat umum Kabupaten Magetan tersebut digelar selama dua hari pada 16 -17 November 2021. Yang mana dalam pelaksanaannya dibagi menjadi dua gelombang, yakni 50 peserta di hari pertama dan 50 peserta di hari kedua.

Cacing jenis Lumbricus Rubellus dipilih sebagai materi sosialisasi. Melalui kegiatan tersebut, para peserta diberikan pengetahuan tentang bagaimana memulai budidaya cacing, cara pemeliharaan, cara memanen hingga cara pemasaran, serta pengetahuan prospek bisnis ke depannya.

drh. Sidik Perwito (tengah) saat membuka acara di hari kedua

Kepala Disnakan Kabupaten Magetan, melalui Kepala Bidang Usaha Tani Ternak, drh. Sidik Perwito, mengatakan alasan dipilihnya budidaya cacing sebagai tema sosialisasi karena didasarkan pada sebagian besar peternak di Magetan yang tidak memanfaatkan kembali kotoran ternaknya namun hanya membuangnya begitu saja.

“Karena didasari permasalahan yang ada, teman-teman peternak biasanya membuang dari kotoran ternaknya itu sekedar dibuang,” kata drh. Sidik Perwito kepada media ini usai membuka sosialisasi di hari kedua, Rabu (17/11/2021).

Untuk itu, lanjut drh. Sidik, kami berusaha agar masalah ini bisa terurai sehingga kemudian menjadi berkah, manfaat yang bernilai lebih.

Joko Siswanto (berdiri) saat mengisi acara

Pihaknya berharap, setelah mengikuti kegiatan ini para peserta dapat memahami dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari hingga kemudian menularkannya ke orang-orang sekitarnya.

Sementara itu, pembudidaya cacing, Joko Siswanto, yang sekaligus narasumber dalam kegiatan ini, mengatakan bahwa cacing memiliki pangsa pasar yang luas diantaranya ke perusahaan farmasi, kosmetik, pakan ternak maupun ikan. Dan bahkan kotoran cacing atau biasa disebut kascing (bekas cacing) juga dapat dijadikan pupuk tanaman.

“Dari kami akan ada pendampingan jika ada peserta yang nantinya ikut beternak, kita dampingi sampai minimal mereka panen pertama, setelah itu baru kita lepas. Tetapi untuk pasarnya akan kami akomodir,” ujar Joko Siswanto.

Reporter: Denny Rubi