BERITA TERKINI

Tak Kurang dari 17 Ribu Rumah di Ponorogo Masuk Kategori Tidak Layak Huni


TEROPONGNUSA.COM | PONOROGO – Rumah tidak layak huni (RTLH) adalah rumah yang tidak memenuhi persyaratan rumah layak huni, dimana konstruksi bangunan tidak handal, luas tidak sesuai standar per orang dan tidak menyehatkan dan atau membahayakan bagi penghuninya.

Sehubungan dengan itu, di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur saat ini terdapat tak kurang dari 17 ribu rumah masuk ke dalam kategori rumah tidak layak huni (RTLH).

Hal itulah yang disampaikan Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, saat menghadiri acara peringatan Hari Pers Nasional (HPN) oleh Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) DPC Ponorogo di Desa Paringan, Kecamatan Jenangan beberapa waktu lalu.

“Berdasarkan riset yang kami terima dari lurah dan camat masih ada sekitar 17 ribu lebih rumah tidak layak huni (RTLH),” ungkap Sugiri Sancoko.

Bupati Ponorogo Sugiri sancoko saat berada di acara HPN AWDI

Maka dari itu, pihaknya bersama stakeholder telah mencanangkan plesterisasi sebelum adanya bedah rumah. “Maka dari itu saya bersama teman-teman sudah mencanangkan plesterisasi sebelum ada bedah rumah,” jelas Bupati.

Menurutnya, dengan plesterisasi tersebut dapat menghindarkan dari berbagai penyakit seperti penyakit kulit, asma dan tentunya menciptakan kebersihan.

“Setidaknya lantainya layak dulu, ketika lantainya layak berarti kan kita sudah membebaskan saudara-saudara kita misalnya dari penyakit kulit, asma, dari kebersihan yang penting itu dulu,” imbuh Sugiri.

Dan berkaitan dengan itu, Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) DPC Kabupaten Ponorogo bersama Baznas telah melakukan bedah rumah milik Lamiran warga Dukuh Bagusan, Desa Paringan, Kecamatan Jenangan pada peringatan HPN tahun 2022 ini. Dan sampai sekarang proses bedah rumah tersebut masih dalam pengerjaan.(DNY)