BERITA TERKINI

Tanjungsari Reborn 2022, Upaya Kembalikan Kejayaan Kampung Kelinci

 


TEROPONGNUSA.COM | MAGETAN
– Sebagai upaya mengembalikan kejayaan kampung kelinci pasca pandemi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) mendukung kegiatan “Tanjungsari Reborn 2022” yang digelar oleh Pemerintah Desa Tanjungsari, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Kepala Desa Tanjungsari, Suwarso, mengatakan kegiatan kali ini melibatkan 5 kelompok peternak. Dan sebagai upaya mendukung para peternak, pihaknya juga telah memberikan bantuan berupa bibit kelinci.

"Ada 5 kelompok yang terlibat dalam kegiatan ini. Kami juga membantu pengadaan bibit kelinci bagi peternak," kata Suwarso.

 

Kegiatan yang mengangkat tema “Gebyar Kampung Kelinci” tersebut berlangsung pada 30 dan 31 Juli 2022. Adapun rangkaian kegiatannya antara lain lomba mewarnai kelinci bagi anak TK, dongeng anak bertema kelinci, sarasehan kelinci, balap kelinci, bazar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), gebyar seni, serta lomba masak menu olahan kelinci bagi ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

(Lomba memasak daging kelinci)

“Tanjungsari Reborn ini bisa mengembalikan lagi kejayaan kampung kelinci. Dimana nanti konsepnya itu dari hulu dan hilirnya ada di sini. Dari mulai pembibitan, kuliner, hingga pengolahan,” kata Nur Haryani, Kepala Disnakan Kabupaten Magetan, Minggu (31/7/2022), di Tanjungsari.

 

Selain itu, imbuh Nur Haryani, di tempat ini juga akan ada Rumah Potong Kelinci (RPK), pengolahan samak, produk kulit, serta produk olahan kelinci.

 

Di tempat yang sama, Ketua PKK Kabupaten Magetan, Titik Suprawoto, mengatakan kegiatan ini salah satu implementasi dari penumbuhan kembali untuk pemeliharaan kelinci di masa lalu sebelum pandemi. Mengingat Desa Tanjungsari merupakan salah satu sentra kelinci di Magetan yang menjadi pemasok bahan sate kelinci di obyek wisata telaga Sarangan.

 

“Saya bersyukur agar nanti ekonomi segera pulih dan bergerak kembali. Karena salah satu asupan protein paling bagus itu dari daging kelinci,” pungkas Titik Suprawoto.

 

Acara tersebut juga mendapat perhatian dari Universitas Brawijaya Malang yang menjadi pendamping melalui program Doktor Mengabdi 2022.

 

“Yang jelas geografis, karena kelinci itu tidak bisa hidup di semua daerah. Jadi kalau ini tidak mendapat perhatian ibaratnya kearifan lokal ini lama-lama jadi hilang,” kata Dr. Ir. Sri Minarti, MP, IPM, ASEAN Eng, Ketua Tim Doktor Mengabdi 2022, Universitas Brawijaya, di Tanjungsari.(NYR)