BERITA TERKINI

Guyon Maton Punokawan Warnai Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal Panekan

 

TEROPONGNUSA.COM | MAGETAN – Pementasan kesenian daerah ‘Guyon Maton Punokawan’ mewarnai sosisalisasi Gempur Rokok Ilegal oleh Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) di Lapangan Kecamatan Panekan, Sabtu (15/10/2022) malam.

 

Pentas yang mengangkat cerita tentang seputar rokok ilegal dan pencegahannya tersebut dapat dikatakan berbeda dengan sosialisasi sebelumnya. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Penegakan Perundang-Undangan Daerah (Kabid Gakda) Satpol PP dan Damkar Kabupaten Magetan, Gunendar.

 

“Malam hari ini memang berbeda dengan tempat yang lain, jadi sosialisasinya dibuat fragmen Punokawan yang menceritakan tentang rokok ilegal,” ujarnya.

 

Bahkan salah satu pemain Punokawan tersebut dimainkan oleh Camat Panekan, Dicong Maleleh, yang memerankan tokoh Petruk.

 

Dan seusai pementasan Guyon Maton Punokawan, acara berlanjut dengan talkshow yang menghadirkan beberapa narasumber di antaranya dari pihak Bea Cukai Madiun, Kejaksaan Negeri Magetan, serta Polres Magetan.

 

Tidak hanya pementasan tersebut saja, dalam gelaran sosialisasi di Kecamatan Panekan kali ini juga diisi dengan serangkain kegiatan lain selama 3 hari berturu-turut. Seperti karnaval hasil bumi, bazar UMKM, pagelaran reog, ketoprak anak-anak, hiburan akustik dan dangdut, tari ganongan, hadroh dan tari sufi, konvoi kendaraan jadul, penampilan polisi cilik, pembakaran miniatur rokok ilegal, tarian jalak lawu serta campur sari.

 

Menurut Camat Panekan, Dicong Maleleh, serangkain kegiatan tersebut dilakukan bertujuan untuk meningkatkan perekonomian para pelaku UMKM dan pegiat seni.

 

“Bazar UMKM tiga hari berturut-turut jadi bisa ikut membantu meningkatkan perekonomian mereka. Kemudian dengan adanya acara seperti ini bisa menjadi dorongan semangat para generasi muda di Panekan, bahwa di wilayah kita ini banyak sekali potensi,” ungkap Dicong.

 

Hal itu diungkapkan Dicong, mengingat masyarakat Magetan khususnya wilayah Kecamatan Panekan dua tahun terpuruk karena pandemi.(DNY)