BERITA TERKINI

Pengamanan Angkutan Nataru, KAI Daop 7 Madiun Siagakan 267 Petugas


TEROPONGNUSA.COM | KOTA MADIUN – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun bakal menyiagakan 267 petugas pengamanan Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022/2023.

 

Hal itu dikatakan Vice Presiden Daop 7 Madiun, Hendra Wahyono, usai mengikuti apel gelar pasukan Angkutan Nataru di halaman kantor, Kamis (22/12/2022).

 

“Rinciannya adalah 67 personel Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), 148 personel security, 37 personel tambahan dari TNI/Polri dan 3 K9,” terangnya.

 

Nantinya petugas tersebut akan melakukan pengamanan di atas KA, stasiun, serta melaksanakan patroli mobile sepanjang lintas jalur KA yang rawan tindakan kejahatan. Di samping itu, mereka juga tetap akan menegakkan protokol kesehatan bagi seluruh pelanggan di stasiun dan selama perjalanan.

 

Sementara itu terkait masa angkutan Nataru, KAI Daop 7 Madiun menetapkan selama 18 hari mulai dari 22 Desember 2022 - 08 Januari 2023.

 

"Dengan dimulainya angkutan Nataru, KAI telah menyiapkan segala sumber daya untuk melayani pelanggan secara maksimal," ujar Hendra.

 

Kesiapan KAI, lanjut Hendra, mencakup sumber daya manusia, sarana, prasarana, maupun hal lain-lain yang berkaitan dengan pelayanan secara keseluruhan.

 

"Untuk aspek SDM, seluruh petugas operasional seperti masinis dan asisten masinis siap mematuhi SOP," pungkasnya.

 

Bahkan Hendra juga mengungkapkan, para petugas frontliner seperti kondektur, prama/prami, dan customer service dipastikan melayani pelanggan dengan sepenuh hati.

 

“KAI konsisten memberikan perhatian terhadap keselamatan, keamanan, dan kenyamanan terutama di peak season seperti Angkutan Nataru,” tambahnya.

 

Di sisi lain, KAI Daop 7 Madiun juga bakal menyiapkan 33 petugas pemeriksa jalur ekstra, 14 petugas penjaga pintu perlintasan ekstra, dan 8 petugas daerah rawan.

 

“Total 55 petugas disiagakan di sepanjang lintas KA Daop 7 Madiun untuk memantau apabila terjadi rintang jalan atau peristiwa luar biasa hebat (PLH) yang bisa menghambat perjalanan KA,” lanjut Hendra.(DNY)