BERITA TERKINI

Tahun Baru 2023 Pedagang Kluwak Asal Ngebel Kembang Kempis

Pedagang kluwak Desa Sahang, Kecamatan Ngebel/Foto: Denny Rubi

TEROPONGNUSA.COM | PONOROGO
- Euforia tahun baru 2023 tampak digelorakan banyak orang. Namun tidak bagi Miati (50) salah satu pedagang kluwak asal Desa Sahang, Kecamatan Ngebel.


Pasalnya, jelang pergantian tahun kali ini harga kluwak tetap di harga rendah. Dimana yang normalnya di angka Rp16.000 per kilogram kini tinggal Rp10.000.

Miati, Pedagang Kluwak asal Desa Sahang

Sehingga hal itu membuat penghasilannya semakin tergerus dan hanya bisa untuk bertahan hidup saja.


"Kalau rugi sih enggak, tapi dengan harga segitu hanya bisa untuk bertahan hidup," kata Miati.


Dirinya mengaku harga tersebut terus bertahan hampir sepanjang tahun, karena naiknya ketika musim kurban dan hajatan saja.


"Kluwak ini kan untuk bumbu rawon, biasanya harga naik itu pas musim kurban dan orang mantu," ujarnya.


Pun di sisi penjualan, untuk menghabiskan stok dagangannya diperlukan waktu selama tiga bulan dalam sekali kulakan.


"Sekali kulakan itu saya butuh waktu tiga bulan untuk menjualnya," terangnya.


Namun untungnya para pelanggan yang Ia punya tidak hanya dari Ponorogo saja, melainkan juga luar daerah hingga Jakarta.


Namun kendalanya jika pembeli datang dari luar daerah, Ia harus menanggung biaya pengiriman. Dan beban itu semakin parah ketika belakangan terjadi kenaikan harga BBM, yang secara otomatis juga mempengaruhi biaya pengiriman.


Meski demikian, dirinya tidak ingin beralih ke usaha lain karena pekerjaan itu telah dirintis bersama suaminya sejak 10 tahun lalu.


"Usaha ini saya rintis bersama suami sejak 10 tahun lalu, apapun kondisinya ya harus tetap bertahan," imbuh Ibu satu orang anak ini.


Miati berharap ke depan ada perhatian dari pemerintah, baik dalam permodalan guna memgembangkan usaha maupun pendampingan.(DNY)