BERITA TERKINI

Proyek Jembatan BPBD Jatim di Desa Karas Menuai Masalah

Proyek jembatan milik BPBD Provinsi Jatim di Desa Karas/Foto: DNY


TEROPONGNUSA.COM | MAGETAN
- Proyek pembangunan jembatan milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur di Desa Karas, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan menuai masalah.


Betapa tidak, berdasarkan pengakuan Khozinatul Asror, selaku penyuplai material mengatakan, bahan yang telah dikirimnya untuk pembangunan jembatan tersebut pembayarannya tersendat.


"Sampai hari ini yang belum terbayar sekitar Rp 22 juta," kata Khozinatul.


Bahkan, lanjutnya, saat diminta untuk melunasi kekurangan itu pihak kontraktor belum merespon.


"Awalnya pembayaran lancar, namun yang terakhir sejumlah itu hingga kini belum dibayar," ucapnya.


Hal yang sama juga dialami Tukimin, selaku Mandor Pekerja. Ia mengatakan, untuk pembayaran pekerja sebanyak 12 orang sejak Desember 2022 hingga sekarang baru diterima Rp 5 juta.


"Kita sudah bekerja di sini mulai Desember 2022, dan baru mendapatkan upah sekitar Rp 5 juta," ujarnya.


Parahnya lagi untuk berkomunikasi dengan kontraktor terkait masalah itu dikatakannya sulit.


Sementara itu saat dikonfirmasi, Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Magetan, Rahayuningsih, mengatakan, dalam proyek tersebut pihaknya hanya sebagai tim monitoring saja. 


"Yang jelas saya cuma tim monitoring di saat pembangunan," ujarnya.


Sehingga terkait permasalahan yang terjadi bukan menjadi kewenangannya.


"Masalah pengerjaan bukan saya, makanya itu nanti yang bisa memutusi antara penyedia sama pemborong," ungkapnya.


Kendati demikian, dirinya mengakui dalam proses awal memang berkat campur tangannya yakni pengajuan proposal ke BPBD Jatim.


Berdasarkan data yang diperoleh, proyek jembatan tersebut dikerjakan oleh CV. Sinar Mulya Jaya, asal Malang dengan harga terkoreksi Rp 198.141.700 melalui sistem pengadaan langsung. Dimana sumber pembiayaannya dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jatim tahun 2022.


Dan saat dikonfirmasi, kontraktor dari CV. Sinar Mulya Jaya, Hendro, melalui pesan WhatsApp di nomor 0895-3234-0xxxx hingga berita ini ditulis belum ada respon.(DNY)