BERITA TERKINI

Terkuak..! Begini Kesaksian Penari Gambyong Saat Peresmian Water Fountain Telaga Ngebel



TEROPONGNUSA.COM | PONOROGO - Peresmian 'Water Fountain' di obyek wisata Telaga Ngebel turut diiringi serangkaian pertunjukan, salah satunya tarian gambyong yang dimainkan oleh empat orang perempuan.

Mungkin jika menari di daratan sudah hal biasa. Namun kali ini tidak, karena keempat penari itu harus melakukannya pada panggung yang mengapung di atas telaga.

Winda, salah satu penari mengaku, sebelum menaiki panggung dirinya merasa yakin dan percaya diri. Sebab sebelumnya telah rutin menjalani latihan.

Tapi rasa itu berubah tatkala kakinya mulai menginjak panggung yang bersandar di dermaga.

Ditambah lagi pandangan mata pejabat hingga masyarakat kecil kala itu hanya tertuju kepada dia dan rekannya.

"Setelah turun di panggung baru ada rasa kuatir," ungkapnya.

Seiring berjalannya panggung menjauh dari dermaga, irama gamelan pun mulai berbunyi dan rasa itu tetap ada.

Kendati begitu, Winda berusaha tenang agar ribuan pasang mata yang sedang menyaksikannya tidak kecewa.

Bukannya berkurang, kekuatirannya justru makin tinggi oleh gelombang yang membuat panggung menjadi goyang.

"Pas ada angin itu gelombangnya banyak," kata Winda.

Tidak sampai di situ, usai terkena gelombang, Ia merasakan panggung agak miring.

"Jadi kuatir banget sampai panggungnya yang belakang agak miring gitu," terangnya.

Karena ingin menunjukkan profesionalitas, semua peristiwa tersebut tidak membuat Winda dan rekannya berhenti untuk menari.

"Dengan kerja sama teman-teman mengatasi goyangnya panggung, membuat semua jadi aman," sambung Winda.

Waktu terus berlalu, tak terasa secara perlahan panggung mulai menepi yang berarti tugas menari telah selesai. Kemudian rasa kuatir itu beranjak pergi, apalagi saat kaki telah melangkah ke dermaga kembali.

Dan kini Winda bersama rekannya merasa bahagia, sebab telah berhasil mencatatkan sejarah dalam peresmian 'Water Fountain' di obyek wisata Telaga Ngebel.(DNY)